Jumaat, 30 Julai 2010

Coretan Yang Berkelana 78 : Kemampuan yang terbatas...


Kadang-kala apabila aku merenungi dari hari ke hari apa yang aku dapati sebenarnya kehidupan ini penuh dengan amanah tetapi dalam masa yang sama, kita diberikan masa yang terlalu singkat. Cuma kita ini sebenarnya dalam keadaan sedar atau masih dibuai mimpi yang lena.

Apa yang paling menyedihkan, kita terlupa bahwa usaha kemanusian kita sebenarnya terlalu terbatas sehingga kita mengenepikan kekudratan Allah s.w.t yang menjadi dalang dibalik setiap apa yang berlaku. Ini berikutan Allah s.w.t adalah merupakan Sang Perencana dan Dia yang akan melaksanakan segala rencana yang telah termaktub di Luh Mahfuz sejak azali lagi.

Apa yang kita rencanakan kadang-kala ia lari dari keadaan yang sepatutnya. Sehingga kita mula mencari titik kesilapan dalam pada waktu ketika kita merencanakannya. Teringat aku akan sebuah nukilan yang dinukil oleh Prof Hamka, " ramai manusia yang tidak sedar akan kemampuan dirinya yang terlalu terbatas, sehingga ia merasakan setiap permasalahan itu ia bisa menyelesaikannya sendiri, kadang-kala sampai ia ke tahap mengenepikan doa kepada Allah s.w.t untuk membantu ia menyelesaikan permasalahannya".

Jadi, renungilah keadaan kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari bagaimana untuk kita tempuhi badai dan ombak yang menyebabkan kita bisa karam dilautan yang penuh fitnah ini. Sebagai seorang lelaki, aku teringat kata-kata seorang ulama' tarekat yang sering kali terngiang ditelingaku. Katanya "manusia ini bisa kecundang dengan 3 TA, (waniTA, harTA dan tahTA).

Apa-apa pun, laluilah liku kehidupan anda dengan penuh pengharapan keredhaan kepada Allah, serta semailah bibit-bibit keimanan agar hidup ini tidak kecundang ke lembah penghinaan. Allahua'lam.

al-Haqir ila Robbihi
ibnumaulub
4.40pm
30-7-2010
Shah Alam

Tiada ulasan:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails